DETAIL BERITA
Bangun Integritas ASN Cegah Perilaku Korupsi, KPK Luncurkan e-Learning
Seluruh ASN di indonesia secara bertahap bisa belajar melalui e-Learning tentang hal-hal yang berhubungan dengan antikorupsi.
Dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meluncurkan program e-Learning. Program ini bertujuan agar sekitar 5,85 juta aparatur sipil negara (ASN) dapat mencegah perilaku korupsi, terutama yang kecil-kecilan atau petty corruption.
“Seluruh ASN yang jumlahnya cukup banyak, kurang lebih sekitar 5.850.000 orang, itu nanti secara bertahap semuanya bisa belajar melalui e-Learning ini tentang hal-hal yang berhubungan dengan anti-corruption (antikorupsi, red.), konflik kepentingan, integritas, dan banyak hal,” ujar Ketua KPK Setyo Budiyanto setelah menghadiri acara peluncuran yang termasuk dalam rangkaian Hari Antikorupsi Sedunia 2025 di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (8/12).
Setyo mengatakan KPK bekerja sama dengan 12 kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah sebagai langkah awal implementasi program tersebut.
Instansi tersebut terdiri atas Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Pekerjaan Umum, Pemerintah Provinsi Banten, Pemprov DIY, Pemprov Jawa Barat, Pemprov Jawa Tengah, Pemprov Jawa Timur, Pemerintah Kota Yogyakarta, dan Pemkot Bandung.
“Ini sebagai piloting (percontohan, red.). Jadi, setelah itu, semuanya akan kami lakukan secara serentak, sehingga proses yang dilakukan itu bisa menyasar semua pegawai dari semua golongan,” katanya.
Selain itu, dia mengatakan program tersebut tidak hanya menyasar terhadap ASN, tetapi juga pimpinan kementerian/lembaga hingga pemda.
“Ini semuanya karena dilakukan secara e-learning (pembelajaran elektronik, red.). Jadi, tidak harus face-to-face (tatap muka, red.), tidak harus hadir ke ACLC (Gedung Pusat Edukasi Anti Korupsi KPK, Jakarta, red.),” ujarnya.
Pada kesempatan berbeda, Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK Wawan Wardiana menjelaskan kerja sama dengan 12 instansi untuk implementasi e-Learning dilakukan hingga Januari 2026.
“Februari nanti kami evaluasi karena kan masalah konten, model, kemudian reporting-nya (pelaporannya, red.), itu kan dilihat nanti, cocok nggak? Nanti kalau sudah sepakat nih, kalau 12 saja sudah bisa, berarti ya sudah itu mewakili kementerian/lembaga, dan pemerintah daerah. Jadi, nggak ada lagi alasan pemerintah daerah dan kementerian/lembaga menolak,” ujar Wawan.
SPI Meningkat
Setyojuga mengumumkan skor Survei Penilaian Integritas (SPI) 2025 mencapai 72,32 poin atau meningkat dari SPI 2024 yang tercatat 71,53 poin. Ketua KPK Setyo Budiyanto mengatakan SPI merupakan pelengkap dari Indeks Persepsi Korupsi.
Meskipun ada kenaikan, namun menurut Setyo angka tersebut masih terhitung rendah. Apalagi, bila dibandingkan dengan kementerian/lembaga ataupun pemerintah daerah yang tercatat memiliki skor hingga melewati angka 80.
“Skor ini bukan hanya sekadar angka, melainkan menunjukkan bahwa perilaku korupsi di masing-masing (instansi, red.) itu masih ada,” kata Setyo Kompleks Kepatihan, di Yogyakarta, Selasa (9/12) seperti dilansir Antara.
Oleh sebab itu, dia menyarankan pimpinan kementerian/lembaga maupun pemda untuk menugaskan inspektorat masing-masing, dan membedah skor SPI 2025 bersama KPK, terutama dengan Kedeputian Pencegahan dan Monitoring.
“Nanti dibedah di bagian apa yang risiko integritasnya masih rendah, potensi kerawanan-kerawanan terhadap gratifikasi, suap, dan lain-lain masih rendah. Semua bisa dilihat, bisa diukur, dan kami lakukan (survei, red.) angka ini secara jujur. Tidak ada kemudian bisa di-upgrade (diperbaiki, red.),” ujarnya.
Bila terdapat kecurangan dalam pengisian SPI, kata dia, maka KPK dapat menemukannya. “Kami memiliki alat, ada tool (alat, red.) yang bisa mengukur, ini kira-kira benar apa enggak, kemudian kami bandingkan dengan dokumen penyertanya, dan sehingga kami simpulkan bahwa ini adalah akal-akalan. Setelah kami dalami, ternyata betul, ada cipta kondisi untuk bisa membuat skor dalam satu wilayah itu menjadi baik,” katanya.
Aji Prasetyo