E-Buletin

Aplikasi ini berisi Artikel Hukum Teraktual dan Berita Kegiatan Bagian Hukum Setda Kabupaten Banyuwangi.

DETAIL BERITA

Menghadapi Ketidakpastian Ekonomi Global, Pemerintah Berupaya Sederhanakan Regulasi

20-05-2025

Pemerintah dengan berbagai instrumen berusaha memitigasi risiko dengan reformasi, penyederhanaan regulasi dan mendorong investasi agar ekonomi Indonesia bisa tumbuh mendekati 5 persen.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani memaparkan kondisi perekonomian Indonesia secara umum yang dipengaruhi oleh situasi global. Dunia masih dibayang-bayangi ketidakpastian akibat perang ekonomi, perang dagang, dan militer. Perang dagang memperburuk perekonomian dunia yang rapuh sejak awal tahun 2025.

Data triwulan tahun 2024 lalu beberapa negara mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi. Triwulan pertama tahun ini sejumlah negara mengalami kontraksi ekonomi seperti Korea Selatan mengalami kontraksi 0,1 persen. Triwulan keempat tahun lalu perekonomian Malaysia tumbuh 4,9 persen dan triwulan pertama 2025 turun menjadi 4,4 persen. Singapura pada triwulan sebelumnya tumbuh 5 persen dan sekarang turun menjadi 3,8 persen.

Amerika Serikat (AS) yang memicu perang tarif global mengalami pertumbuhan ekonomi 2 persen.

Seluruh dunia diproyeksi mengalami pertumbuhan ekonomi ke bawah untuk periode 2025-2026. IMF memprediksi perekonomian dunia tahun 2025 hanya 2,8 persen dan tahun depan 3 persen. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025-2026 diperkirakan 4,7 persen. Pemerintah tak berdiam diri menghadapi gejolak ekonomi global dan melakukan berbagai upaya.“Pemerintah dengan berbagai instrumen berusaha memitigasi risiko dengan reformasi penyederhanaan regulasi dan mendorong investasi agar ekonomi Indonesia bisa tumbuh mendekati 5 persen,” kata Sri Mulyani dalam rapat paripurna di Komplek Gedung Parlemen , Selasa (20/5/2025).

Selain itu, pemerintah melakukan perbaikan terhadap iklim investasi melalui negosiasi dan deregulasi. Instrumen fiskal seperti APBN untuk insentif dan meredam gejolak melindungi dunia usaha dan masyarakat. Menjaga APBN tetap kredibel dan efektif.

Hari kebangkitan nasional yang diperingati setiap 20 Mei menjadi momentum bagi Indonesia memperkuat kemandirian bangsa melalui ketahanan pangan, energi meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan memperkuat pertahanan semesta. Sumber daya alam (SDA) harus menciptakan nilai tambah lewat hlirisasi strategis dan daya saing tinggi yang mampu menarik modal nasional dan global secara produktif.

Menciptakan kesempatan kerja berkualitas. SDM ditingkatkan melalui program pendidikan berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Untuk mengejar ketertinggalan industri dan kemajuan lebih tinggi. Program kesehatan semesta membenahi kualitas pelayanan kesehatan yang makin baik bagi rakyat. Perluasan dan penguatan jaring pengamanan sosial yang memadai bagi rakyat terutama kelompok rentan dan tidak mampu.

Semua lapisan masyarakat harus punya kesempatan maju dan berkembang melalui berbagai program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), sekolah rakyat untuk anak tidak mampu. Ekonomi di level akar rumput akan diperkuat melalui koperasi desa dan kelurahan merah putih. Petani nelayan dan buruh menjadi perhatian pemerintah. Sebagai tulang punggung ekonomi yang menghindarkan dampak negatif globalisasi seperti menjaga kesenjangan ekonomi.

“Mengurangi kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan untuk semua sesuai mandat keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

Tapi mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyadari untuk mewujudkan sila kelima Pancasila tidaklah mudah, penuh tantangan dan hambatan. Tantangan struktural bonus demografi dan kecenderungan usia penduduk semakin menua. Aktivitas menuju ekonomi digital dan perkembangan ekonomi cepat mendisrupsi kegiatan ekonomi dan lapangan kerja. Kualitas SDM harus ditingkatkan dan pengelolaan SDA harus dilandasi tata kelola baik bersih dan efisien serta kompetitif. Ancaman perubahan iklim harus diantisipasi dan mitigasi.

Walau dihantam guncangan global dan tantangan berat Indonesia patut bersyukur triwulan 1 2025 perekonomian tumbuh 4,8 persen. Ini harus terus diperkuat dengan ekspor yang memberi nilai tambah tinggi. Penyediaan infrastruktur dan partisipasi sektor swasta. Mendukung UMKM dan koperasi untuk memperkuat basis ekonomi domestik. Stabilisasi harga dengan APBN untuk menjaga inflasi tetap rendah dan harga terjangkau bagi masyarakat. Nilai tukar petani dan nelayan penting ditingkatkan.

Investasi di Indonesia tumbuh 2 persen pada kuartal I 2025. BUMN didorong mampu menarik investasi. Danantara perlu meningkatkan kinerja dalam rangka menarik investasi secara efektif. Kuartal pertama ekspor tumbuh 6,8 persen, didukung ekspor non migas, komoditi hilirisasi besi dan baja, mesin dan peralatan elektronik. Pemerintah menjaga ketahanan ekspor. Dalam jangka pendek negosiasi dengan AS dan upaya perluasan pasar ekspor.

Pemerintah telah memangkas 145 regulasi untuk kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani. Didukung kondisi cuaca yang baik sehingga produksi dan produktivitas petani mengalami kenaikan. Periode Januari-Maret 2025 stok beras nasional meningkat 51 persen, menunjukan Indonesia mampu menjaga ketahanan pangan. Rice outlook tahun 2025 beras yang diproduksi Indonesia 2024-2025 tertinggi di ASEAN.

Inflasi akan dikendalikan sekitar 2,5 persen pada tahun 2026. APBN 2025 dijaga untuk responsif dan efektif stabilkan ekonomi, melindungi masyarakat dan dunia usaha. Realisasi APBN tahun 2025 setelah defisit Januari-Maret 2025 dan April ini mengalami perubahan menjadi surplus Rp4,3 triliun. Keseimbangan primer surplus Rp173 triliun, dan kas negara surplus Rp283,6 triliun dari silpa. Total kas negara di atas Rp 600 triliun. Kondisi ini menunjukan ada tren penguatan ekonomi walau masih berada di tengah guncangan global.