E-Buletin

Aplikasi ini berisi Artikel Hukum Teraktual dan Berita Kegiatan Bagian Hukum Setda Kabupaten Banyuwangi.

DETAIL BERITA

Serangan DDoS Mengintai, Media Online Perlu Perkuat Keamanan Server

22-04-2025

DDoS dapat melumpuhkan akses pengguna ke situs media online, sehingga menjadi ancaman serius terhadap akses kebebasan informasi. Keamanan berlapis harus diterapkan media online.

Serangan siber terhadap media online di Indonesia kian hari semakin canggih dan masif. Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah Perusahaan media digital melaporkan serangan Distributed Denial of Service (DDoS) yang bertujuan melumpuhkan akses ke situs mereka. Serangan ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi dianggap sebagai ancaman serius terhadap kebebasan informasi.

Ketua Bidang Teknologi dan Informasi Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Heru Tjatur Tjahja, mengatakan intensitas serangan siber meningkat drastis sejak awal April 2025.

“Dalam satu insiden, kami mencatat sebanyak 128 juta permintaan akses dalam waktu hanya 15 menit. Itu pun bukan dari lalu lintas normal, jelas ini serangan yang terorganisir,” ucap Heru saat memaparkan materi dalam sebuah Workshop online, Senin (21/4).

DDoS merupakan serangan siber yang bekerja dengan cara membanjiri server target menggunakan lalu lintas internet dari berbagai sumber sekaligus. Akibatnya, server menjadi kewalahan dan tak mampu merespons permintaan pengguna yang sah, dan membuat situs web tidak bisa diakses.

“Biasanya serangan ini dilakukan oleh jaringan bot atau yang dikenal sebagai botnet. Komputer-komputer yang telah terinfeksi malware akan digunakan untuk mengirimkan permintaan palsu secara terus-menerus ke situs target,” jelas Heru.

Heru menambahkan, serangan semacam ini bukanlah hal baru bagi media digital, namun pola dan skalanya kini makin sulit diprediksi. Terdapat peningkatan frekuensi dan variasi Teknik yang digunakan, serta ada upaya menyamarkan trafik serangan agar mirip dengan trafik asli dari pengguna manusia.

“Serangan ini juga sangat erat kaitannya dengan momen-momen penting seperti pemberitaan sensitive, investigasi mendalam, hingga isu-isu yang menyinggung kelompok tertentu,” ujarnya.

Dia juga mengatakan ketika media sedang gencar memberitakan isu yang panas, serangan langsung terjadi. Hal ini membuatnya yakin akan motif dari serangan ini bukan hanya teknis, tetapi berkaitan dengan politik atau ekonomi.

Salah satu tantangan utama dalam menghadapi serangan DDoS adalah membedakan antara lalu lintas pengguna asli dan lalu lintas dari bot. Jika terlalu agresif dalam memblokir permintaan dari lalu lintas tersebut bisa-bisa pembaca yang sah justru terhambat mengakses berita.

“Tapi kalau terlalu lunak, situs web bisa tumbang,” tegasnya.

Maka dari itu, Heru menyarankan untuk mulai berinvestasi pada teknologi keamanan siber mutakhir. Website media online perlu mengaplikasikan kombinasi layanan cloud, sistem firewall cerdas, hingga algoritma pembelajaran mesin (machine learning) agar dapat mendeteksi dan merespons ancaman siber secar real-time.

Secara umum berdasarkan laporan Kaspersky yang dirilis 16 April 2025, sekitar 35,2 persen serangan siber di tahun 2024 tergolong sebagai serangan jangka panjang, yang berlangsung lebih dari sebulan. Median durasi serangan pun mencapai 253 hari, dan waktu rata-rata untuk merespons insiden sekitar 50 jam. Serangan ini menandakan semakin ganasnya serangan yang dapat menimpa dunia siber

Kepala Tim Tanggap Darurat Global Kaspersky, Konstantin Sapronov, menegaskan pentingnya pendekatan proaktif dalam menanggulangi segala macam serangan siber.

“Organisasi tak lagi bisa hanya menunggu serangan terjadi. Mereka harus membangun sistem pertahanan yang aktif, mampu mendeteksi dini, dan merespons cepat,” tegas Sapronov sebagaimana dilansir dari Antara.

Media dan Perusahaan digital pun diimbau oleh Sapronov untuk memanfaatkan layanan Managed Detection and Response (MDR) supaya bisa mengisi kekosongan personel di bidang keamanan siber, yang saat ini masih menjadi tantangan global. Dengan layanan itu akan memudahkan dalam mengamankan server web mulai dari identifikasi ancaman hingga perbaikan berkelanjutan.

CR 34