E-Buletin

Aplikasi ini berisi Artikel Hukum Teraktual dan Berita Kegiatan Bagian Hukum Setda Kabupaten Banyuwangi.

DETAIL BERITA

Serangan Siber Guncang Media Indonesia, AMSI Soroti Pentingnya Kolaborasi Digital

10-07-2025

Melibatkan para ahli di bidang infrastruktur dan keamanan digital dapat menjadi salah satu upaya mengurangi serangan siber. Melibatkan para ahli di bidang infrastruktur dan keamanan digital dapat menjadi salah satu upaya mengurangi serangan siber.

Di era digital yang semakin kompleks, ancaman terhadap keamanan siber menjadi tantangan nyata bagi industri media. Serangan siber bukan lagi sekadar risiko teknis, melainkan ancaman serius yang dapat mengguncang operasional dan kredibilitas sebuah media.  Baru-baru ini, salah satu media besar di Indonesia menjadi sasaran gelombang serangan siber. Kondisi tersebut membuka mata betapa pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat infrastruktur digital dari ancaman serupa di masa depan.

Ketua Bidang Teknologi dan Informasi Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Heru Tjatur Tjahja mengungkapkan pengalaman langsung menghadapi serangan siber yang cukup intens pada April lalu. Menurutnya peristiwa tersebut menjadi titik tolak penting untuk melibatkan para ahli di bidang infrastruktur dan keamanan digital.

“Beberapa bulan lalu kami mengalami gelombang serangan yang cukup masif. Selama beberapa minggu, kami menjadi target serangan hampir setiap hari, dengan durasi hingga empat jam. Bahkan, setelah kami merilis siaran pers, serangan tersebut menular ke media-media lain yang ikut mempublikasikannya,” ujarnya dalam diskusi Indonet x AMSI Event: Secure Infrastructure for Cyber Media, Rabu (9/7/2025).

 

Menurut Heru, kejadian ini menjadi masalah serius. Pasalnya banyak media digital lainnya yang tidak terlalu fokus pada isu judi online dan politik ikut mendapatkan serangan, sehingga tidak siap menghadapi serangan sejenis. Akibatnya, dampaknya menjadi berlarut-larut. Karena itu perlu adanya kolaborasi dan berbagi pengetahuan teknologi antar anggota AMSI. Salah satunya melalui kerja sama dengan ahli secure cloud infrastructure Indonet dan Alibaba Cloud.

“Kami ingin anggota AMSI bisa saling berbagi informasi teknologi yang sudah tersedia di pasar dan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat infrastruktur layanan digital media. Termasuk dari sisi perlindungan dan proteksi. Saya harap kegiatan ini bisa bermanfaat bagi pelaku media,” tambah Heru.

Head of Global Operations Center Indonet, Rahman Isnaini menekankan pentingnya perlindungan data privasi dan keamanan jaringan. Ia menjelaskan Indonet telah bekerja sama dengan pihak yang mampu menghadirkan scrubbing center, sebuah sistem pembersih lalu lintas internet sebelum diteruskan ke mesin inti.

“Kalau ada traffic mencurigakan atau perilaku yang mengarah ke ransomware, sistem kami akan langsung melakukan pemblokiran sebelum enkripsi dilakukan. Kami sudah siapkan teknologinya untuk itu,” ujarnya.

Rahman juga menjelaskan, Indonet tunduk pada regulasi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mereka tetap mengikuti standar ISO dari BSSN dan secara rutin memperbarui sistem setiap beberapa bulan.

“Kami comply ke ISO. Kalau ada temuan, kami harus segera lakukan perbaikan,” jelasnya.

Saat ini media juga menghadapi tantangan besar dengan munculnya teknologi machine learning dan Artificial Intelligence (AI). Banyak media yang belum mengadopsi AI untuk membuat konten sintetik dalam volume besar. Namun sebagian besar konten tersebut mengalami penurunan kinerja.

Solution Architect Alibaba Cloud, Andre Kramadibrata, mengungkapkan saat ini Alibaba Cloud juga memiliki beberapa teknologi AI. Namun tidak menawarkan AI untuk menggantikan suatu profesi, melainkan untuk membantu lebih efisien, terutama dalam proses panjang pembuatan konten original. Untuk itu, menurut Andre sinergi antara pelaku media, penyedia infrastruktur, serta para ahli keamanan siber menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem media digital yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

“Di Alibaba, arahannya adalah AI yang kami punya bukan untuk menggantikan pekerjaan, tapi membantu agar pekerjaan teman-teman yang menggunakan jadi lebih efektif. Guideline dari kami bukan untuk completely replace, tapi helping,” tutup Andre.

oleh: Willa Wahyuni